Waspada Saat Mudik! Ini Daftar Jalur Rawan Longsor di Yogyakarta

arazone

Tau.id, Yogyakarta – Menjelang arus mudik Idul Fitri 2026, aparat kepolisian bersama pemerintah daerah mulai meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana yang dapat mengganggu perjalanan pemudik. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pemetaan jalur rawan longsor di DIY serta titik-titik yang berpotensi terjadi pohon tumbang akibat cuaca ekstrem.

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengidentifikasi sejumlah ruas jalan yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi. Kondisi geografis yang didominasi perbukitan, ditambah dengan curah hujan yang masih tinggi, membuat beberapa jalur lintas kabupaten di wilayah tersebut perlu mendapatkan perhatian khusus.

Informasi mengenai jalur rawan longsor saat mudik 2026 ini penting diketahui oleh masyarakat yang berencana melakukan perjalanan ke atau melintasi wilayah DIY. Dengan mengetahui lokasi-lokasi yang berpotensi terdampak bencana, pemudik diharapkan dapat memilih rute perjalanan yang lebih aman.

Polisi Petakan Jalur Rawan Longsor di Wilayah DIY

Direktorat Lalu Lintas Polda DIY menyampaikan bahwa beberapa ruas jalan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta masuk dalam kategori rawan longsor, terutama yang berada di kawasan perbukitan.

Direktur Lalu Lintas Polda DIY, Kombes Pol Prasetya Syafa’at, menjelaskan bahwa jalur-jalur tersebut tersebar di sejumlah kabupaten di wilayah DIY.

“Kabupaten Gunungkidul, Jalan Wedi – Wonosari, Jalan Semanu – Pracimantoro, Jalan Wonosari – Yogyakarta Kepil atau Putat,” ujar Dirlantas Polda DIY Kombes Pol Prasetya Syafa’at, Kamis (5/3/2026).

Wilayah Gunungkidul memang dikenal memiliki banyak jalur perbukitan yang menjadi penghubung antarwilayah. Saat musim hujan, kondisi tanah yang labil dapat meningkatkan risiko terjadinya longsor di beberapa titik jalan.

Selain itu, jalur-jalur tersebut juga sering digunakan oleh masyarakat maupun wisatawan yang menuju berbagai destinasi wisata di kawasan Gunungkidul.

Beberapa Jalur di Kulon Progo Juga Masuk Peta Kerawanan

Tidak hanya di Gunungkidul, kepolisian juga mengidentifikasi beberapa ruas jalan di Kabupaten Kulon Progo yang memiliki potensi longsor.

Beberapa jalur yang disebutkan antara lain Jalan Dekso – Samigaluh, Jalan Pengasih – Sermo, Jalan Wates – Kokap, serta Jalan Temon – Kokap.

Ruas-ruas jalan tersebut berada di wilayah yang memiliki kontur perbukitan dan lereng, sehingga rawan mengalami pergerakan tanah ketika curah hujan meningkat.

Selain potensi longsor, kepolisian juga mencatat adanya titik-titik rawan pohon tumbang di wilayah Kabupaten Bantul.

Lokasi yang disebutkan berada di Jalan Ringroad Selatan kawasan Singosaren serta Jalan Imogiri Barat tepatnya di Simpang Empat Wojo.

Pohon tumbang dapat menjadi ancaman bagi pengguna jalan, terutama ketika angin kencang disertai hujan deras terjadi dalam waktu bersamaan.

BPBD DIY Lakukan Mitigasi dengan Pemetaan Jalur Mudik

Selain kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY juga mengambil langkah mitigasi guna mengantisipasi potensi bencana selama periode mudik Lebaran.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah melakukan pemetaan khusus dengan metode overlay, yakni menggabungkan data jalur mudik dengan peta wilayah yang rawan longsor maupun banjir.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan pemudik memiliki informasi yang lebih lengkap mengenai kondisi jalur yang akan dilalui.

Pemetaan tersebut juga berkaitan dengan keputusan Pemerintah Daerah DIY yang memperpanjang status siaga darurat bencana hidrometeorologi.

Status Siaga Darurat Bencana Diperpanjang

Kepala Pelaksana BPBD DIY, Ruruh Haryata, menjelaskan bahwa keputusan memperpanjang status siaga darurat didasarkan pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Menurutnya, meskipun puncak musim hujan umumnya terjadi pada Januari hingga Februari, potensi cuaca ekstrem masih bisa terjadi pada periode setelahnya.

“Siaga darurat yang terakhir ini berlaku sampai dengan 19 Maret. Nah, ini paling kita perpanjang satu bulan, kurang lebih di 19 April,” kata Ruruh.

Dengan adanya perpanjangan masa siaga tersebut, pemerintah daerah dapat terus melakukan pemantauan serta kesiapsiagaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya perlindungan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik saat perayaan Idul Fitri.

Sinkronisasi Data Jalur Mudik dan Peta Kerawanan Bencana

Pemerintah DIY juga melakukan koordinasi lintas instansi untuk menyinkronkan data jalur mudik dengan peta kerawanan bencana.

Sinkronisasi ini dinilai penting agar informasi yang diberikan kepada masyarakat benar-benar akurat dan dapat digunakan sebagai panduan perjalanan.

Ruruh menegaskan bahwa proses penggabungan data tersebut sedang terus dilakukan oleh pihaknya.

“Kita berusaha, sedang berusaha ini untuk meng-overlay antara kawasan rawan longsor dengan jalur mudik,” jelasnya.

Dengan adanya peta tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengetahui jalur mana saja yang perlu diwaspadai atau bahkan dihindari selama perjalanan mudik.

Pentingnya Informasi Jalur Rawan Bencana bagi Pemudik

Informasi mengenai jalur rawan longsor saat mudik memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan perjalanan masyarakat.

Dengan mengetahui titik rawan bencana, pemudik dapat melakukan berbagai langkah antisipasi, seperti memilih jalur alternatif atau menyesuaikan waktu perjalanan.

Selain itu, pemerintah daerah juga dapat menyiapkan langkah-langkah pengamanan di jalur-jalur tersebut, termasuk pemasangan rambu peringatan, penyiagaan alat berat, hingga pengaturan lalu lintas jika terjadi gangguan.

Koordinasi antara kepolisian, BPBD, serta instansi terkait lainnya menjadi faktor penting dalam memastikan arus mudik berjalan lancar dan aman.

Menjelang mudik Lebaran 2026, pemetaan jalur rawan longsor dan pohon tumbang di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi langkah penting dalam upaya mitigasi bencana.

Ditlantas Polda DIY bersama BPBD DIY terus melakukan koordinasi untuk mengidentifikasi lokasi-lokasi yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem. Pemetaan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memilih jalur perjalanan yang lebih aman selama arus mudik berlangsung.

Dengan kesiapan pemerintah dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap potensi risiko di perjalanan, diharapkan mobilitas pemudik menuju kampung halaman dapat berlangsung dengan lebih aman dan terkendali.(*)

Bagikan artikel ini
Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version