Tau.id, Jogja – Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (Maskam UGM) kembali menjadi salah satu pusat kegiatan Ramadan bagi mahasiswa dan masyarakat sekitar Yogyakarta. Pada Ramadan 2026, Maskam UGM menyiapkan ribuan porsi makanan gratis setiap hari untuk berbuka puasa dan sahur, sebagai bentuk pelayanan dan kepedulian sosial terhadap jemaah, khususnya mahasiswa perantau.
Program penyediaan makanan gratis ini rutin digelar setiap tahun dan selalu mendapat respons tinggi dari mahasiswa. Tahun ini, panitia menyediakan 1.500 porsi buka puasa dan 500 porsi sahur per hari, dengan menu utama berbasis daging yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi selama menjalani ibadah puasa.
Selain membantu mahasiswa menghemat pengeluaran selama Ramadan, program ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan nilai kepedulian di lingkungan kampus UGM. Informasi mengenai jadwal serta mekanisme pembagian makanan disampaikan secara terbuka melalui pengurus masjid dan media sosial resmi.

Tidak Ada Menu Tematik, Fokus pada Kecukupan Gizi
Koordinator Takmir Muda Maskam UGM, Indra Oktafian Hidayat, menjelaskan bahwa pada Ramadan 2026 tidak ada menu tematik khusus yang disiapkan panitia. Namun, jumlah porsi dan kualitas menu tetap menjadi prioritas utama.
“Kalau khusus tematik itu enggak ada. Cuma memang tiap tahun kita menyediakan 1.500 porsi untuk buka puasa sesuai jadwal yang sudah tertera,” ujar Indra, Selasa (3/2/2026).
Ia menegaskan bahwa penyediaan menu berbahan dasar daging bukan tanpa alasan. Menu tersebut dipilih untuk memuliakan jemaah sekaligus memastikan asupan gizi yang cukup, terutama bagi mahasiswa yang menjalani aktivitas akademik padat selama bulan puasa.
Sistem Kupon Masih Diterapkan
Maskam UGM tidak memberlakukan persyaratan khusus bagi siapa pun yang ingin menikmati hidangan buka puasa maupun sahur. Baik mahasiswa maupun masyarakat umum dapat mengikuti program ini dengan mekanisme pembagian kupon.
Kupon buka puasa dibagikan menjelang waktu Magrib, sementara kupon sahur mulai tersedia pukul 02.00 WIB, mengikuti sistem yang telah diterapkan pada tahun-tahun sebelumnya. Panitia mengimbau jemaah untuk datang lebih awal agar mendapatkan kupon.
Menu Berbasis Daging untuk Memuliakan Jemaah
Dalam penyediaan menu, Maskam UGM bekerja sama dengan empat hingga lima katering untuk menjaga variasi masakan agar jemaah tidak merasa bosan. Indra menekankan bahwa keberagaman menu merupakan bentuk komitmen panitia dalam memberikan pelayanan terbaik.
“Tujuannya agar teman-teman mahasiswa di Jogja bisa menikmati sahur dan buka puasa dengan biaya minimal, bahkan gratis,” tambahnya.
Setiap porsi makanan telah dirancang secara komprehensif, mencakup sumber karbohidrat, protein dari daging, sayur dan buah sebagai sumber serat, serta air mineral. Dengan komposisi tersebut, panitia berharap kebutuhan gizi jemaah tetap terpenuhi selama Ramadan.
Berdasarkan unggahan akun media sosial Ramadhan di Kampus (RDK) UGM, sejumlah menu berbuka yang disiapkan antara lain sate lilin ayam, ayam cabai, bandeng presto, ayam teriyaki, ayam rempah, ayam lada hitam, steak ayam, rendang sapi, nila bakar madu, ayam betutu, hingga beef slice lada hitam, serta berbagai menu lainnya yang disajikan bergantian.
Menjadi Rujukan Mahasiswa Selama Ramadan
Program buka puasa dan sahur gratis di Maskam UGM selama Ramadan 2026 diharapkan dapat terus menjadi rujukan mahasiswa, khususnya mereka yang tinggal di sekitar kampus. Selain membantu secara ekonomi, kegiatan ini juga memperkuat fungsi masjid kampus sebagai pusat aktivitas keagamaan dan sosial.
Panitia mengimbau jemaah untuk tetap tertib dan mengikuti aturan yang berlaku agar program ini dapat berjalan lancar hingga akhir Ramadan.(*)
