Tau.id, Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap berjalan selama bulan suci Ramadhan 2026. Kepastian ini disampaikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga pemenuhan gizi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita.
Keberlanjutan program MBG selama Ramadhan menjadi perhatian publik, mengingat perubahan pola aktivitas dan jam makan masyarakat saat menjalankan ibadah puasa. Pemerintah menegaskan bahwa penyesuaian mekanisme distribusi telah dirancang agar asupan nutrisi tetap terpenuhi tanpa mengganggu pelaksanaan ibadah.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya nasional dalam pencegahan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. BGN memastikan bahwa kualitas, nilai gizi, serta standar menu tidak mengalami penurunan meskipun dilakukan penyesuaian teknis selama bulan puasa.
Empat Skema Penyaluran MBG Selama Ramadhan 2026
BGN merumuskan empat skema distribusi MBG yang disesuaikan dengan karakteristik penerima manfaat dan kondisi wilayah. Skema ini dirancang fleksibel dan adaptif.
1. Sekolah dengan Mayoritas Siswa Berpuasa
Untuk sekolah yang sebagian besar siswanya menjalankan ibadah puasa, penyaluran MBG akan diberikan dalam bentuk menu kering dan tahan lama. Jenis makanan yang dibagikan antara lain telur rebus, abon, kurma, susu, serta buah-buahan.
Makanan tersebut dibagikan di sekolah agar dapat dibawa pulang oleh siswa dan dikonsumsi saat berbuka puasa. Skema ini dirancang agar tetap mendukung kebutuhan energi dan nutrisi tanpa mengganggu aktivitas ibadah.
2. Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita
Kelompok ibu hamil, ibu menyusui, serta balita tetap menjadi prioritas utama dalam program MBG. Penyaluran untuk kelompok ini berjalan normal tanpa perubahan mekanisme.
Menu makanan segar bergizi tetap dibagikan setiap hari sesuai jadwal, sebagaimana pelaksanaan di luar bulan Ramadhan. Pemerintah menilai kelompok rentan ini membutuhkan asupan gizi yang konsisten untuk mendukung kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak.
3. Sekolah dengan Mayoritas Siswa Tidak Berpuasa
Bagi sekolah atau wilayah dengan mayoritas siswa tidak menjalankan ibadah puasa, penyaluran MBG dilakukan seperti biasa. Siswa tetap menerima makanan segar bernutrisi tinggi untuk dikonsumsi saat jam istirahat.
BGN memastikan tidak ada perubahan dalam pola distribusi untuk kategori ini.
4. Lingkungan Pondok Pesantren
Khusus di lingkungan pondok pesantren, terdapat penyesuaian jadwal distribusi. Mengingat dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) umumnya berada dalam satu kawasan dengan penerima manfaat, proses memasak tetap dilakukan pada siang hari.
Namun, makanan baru akan disajikan pada sore hari menjelang waktu berbuka puasa para santri.
BGN Pastikan Nilai Gizi Tetap Sama
Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Dadang Hendrayudha, menegaskan bahwa pelaksanaan program tidak akan terganggu oleh momentum Ramadhan.
“Intinya akan disesuaikan dengan lokasi masing-masing. Namun, nilai gizi, kualitas, atau harga dari menu yang diberikan akan tetap sama dengan hari biasa,” kata Dadang.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa perubahan hanya dilakukan pada mekanisme distribusi, bukan pada standar mutu makanan.
Komitmen Pemerintah Cegah Stunting dan Jaga Kualitas Gizi
Program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintah dalam mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat, terutama bagi anak usia sekolah dan kelompok rentan. Program ini juga dikaitkan dengan upaya percepatan penurunan angka stunting secara nasional.
Dengan skema khusus selama Ramadhan 2026, pemerintah memastikan bahwa kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi meskipun terjadi perubahan pola konsumsi harian. Penyesuaian ini dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi sosial, budaya, serta kearifan lokal di setiap daerah.(*)
