Jogja Punya 3.500 Kedai Kopi, Jogja Coffee Week Dorong Kota Gudeg Jadi Etalase Kopi Indonesia

arazone

Yogyakarta selama ini dikenal luas sebagai kota pelajar, budaya, dan destinasi pariwisata nasional. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, wajah kota ini juga semakin lekat dengan geliat industri kopi yang berkembang pesat. Ribuan kedai kopi tumbuh di berbagai sudut kota, menjadikan Yogyakarta sebagai salah satu wilayah dengan jumlah coffee shop terbanyak di Indonesia.

Fenomena ini tidak hanya mencerminkan perubahan gaya hidup masyarakat, tetapi juga menunjukkan besarnya potensi Yogyakarta sebagai pusat ekosistem kopi nasional. Dengan jumlah kedai kopi yang mencapai ribuan, Yogyakarta kini menjadi ruang temu antara petani, pelaku industri, barista, hingga penikmat kopi dari berbagai daerah.

Potensi inilah yang melatarbelakangi penyelenggara Jogja Coffee Week (JCW) menetapkan tema besar “Indonesia Coffee Showcase” sebagai benang merah perjalanan sepuluh tahun pertama ajang tersebut. Tema ini sekaligus menegaskan posisi Yogyakarta sebagai etalase kopi Nusantara.

Ribuan Kedai Kopi Jadi Kekuatan Jogja

Pendiri sekaligus Ketua Panitia Jogja Coffee Week 2025, Rahadi Saptata Abra, mengungkapkan bahwa jumlah kedai kopi di Yogyakarta menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia. Fakta tersebut menjadi fondasi kuat bagi kota ini untuk mengambil peran lebih besar dalam industri kopi nasional.

“Jogja yang dikenal sebagai kota pariwisata, budaya, dan pendidikan ternyata memiliki jumlah kedai kopi terbanyak di Indonesia. Tercatat ada 3.500 kedai kopi di sini. Sementara itu, Warung Madura memiliki 4.000 kedai. Jadi, kita hampir bersaing dalam jumlah coffee shop dengan Warung Madura. Di setiap sudut pasti ada,” ungkap Rahadi Saptata Abra, Senin (25/8).

Menurut Abra, persebaran kedai kopi yang merata di hampir seluruh wilayah Yogyakarta menunjukkan bahwa kopi telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat, bukan sekadar tren sesaat. Kehadiran coffee shop juga turut mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis gaya hidup.

Kopi Merapi, Menoreh, hingga Gunungkidul

Tak hanya kuat dari sisi hilir, Yogyakarta juga memiliki potensi dari sektor hulu kopi. Abra menjelaskan bahwa daerah ini memiliki sejumlah varietas kopi lokal yang sudah dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun regional.

“Kita memiliki dua jenis kopi yang sangat terkenal, yaitu kopi Merapi dan kopi Menoreh. Selain itu, ada juga kebun kopi yang baru dibangun di Gunung Kidul,” jelasnya.

Keberadaan kopi lokal tersebut memperkuat posisi Yogyakarta sebagai daerah yang tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga produsen kopi. Dengan dukungan petani lokal dan pengembangan kebun kopi baru, rantai ekosistem kopi di Yogyakarta dinilai semakin lengkap.

Kopi Joss dan Identitas Unik Jogja

Selain kopi dari perkebunan, Yogyakarta juga memiliki kekhasan budaya minum kopi yang tidak ditemukan di daerah lain. Salah satu yang paling dikenal adalah kopi joss, minuman kopi hitam panas yang disajikan dengan arang membara yang dicelupkan langsung ke dalam gelas.

Kopi joss telah menjadi ikon wisata kuliner Yogyakarta dan kerap diburu wisatawan domestik maupun mancanegara. Keunikan penyajian ini memperkaya narasi kopi Jogja sebagai daerah yang memiliki karakter dan tradisi tersendiri.

Beragam keunikan tersebut dinilai menjadi modal penting untuk mengangkat Yogyakarta sebagai pusat kopi nasional yang merepresentasikan kekayaan kopi Indonesia secara utuh.

Jogja Coffee Week Usung Misi Nasional

Dengan berbagai potensi tersebut, Jogja Coffee Week menargetkan peran yang lebih strategis ke depan. Abra menegaskan bahwa pihaknya ingin menjadikan Yogyakarta sebagai ruang pamer utama kopi Indonesia, tempat berbagai ragam kopi Nusantara dapat diperkenalkan kepada publik yang lebih luas.

“Dengan berbagai kelebihan dan keunikan yang dimiliki Jogja, kami berencana menjadikan Jogja sebagai showcase kopi Indonesia. Ini adalah jendela bagi kopi Indonesia,” tambah Abra.

Melalui JCW, Yogyakarta diharapkan tidak hanya menjadi tuan rumah festival kopi, tetapi juga pusat pertukaran ide, inovasi, dan kolaborasi lintas daerah dalam industri kopi nasional.

Yogyakarta Menuju Pusat Kopi Nasional

Pertumbuhan pesat kedai kopi, kekayaan kopi lokal, serta kuatnya identitas budaya minum kopi menjadikan Yogyakarta berada pada posisi strategis dalam peta perkopian Indonesia. Dukungan acara seperti Jogja Coffee Week dinilai mampu memperkuat peran tersebut secara berkelanjutan.

Ke depan, konsistensi dalam pengembangan kualitas, keberpihakan pada petani lokal, serta promosi kopi Nusantara akan menjadi kunci agar Yogyakarta benar-benar mampu tampil sebagai etalase kopi Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.(*)

Bagikan artikel ini
Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version