Instagram, WhatsApp, dan Facebook Tak Lagi Gratis? Ini Rencana Langganan Meta

arazone

Selama bertahun-tahun, layanan milik Meta seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp dikenal sebagai platform gratis yang bisa diakses oleh siapa saja. Namun, ke depan, pengguna berpotensi dihadapkan pada skema baru berupa layanan berlangganan berbayar dengan fitur tambahan yang tidak tersedia di versi gratis.

Meta dikabarkan tengah menyiapkan paket langganan premium untuk ketiga platform tersebut. Informasi ini dikonfirmasi langsung oleh Meta kepada media teknologi TechCrunch. Uji coba layanan berbayar ini disebut akan dilakukan dalam beberapa bulan ke depan dengan menyasar pengguna yang menginginkan fitur eksklusif, kontrol lanjutan, serta akses teknologi kecerdasan buatan (AI) yang lebih luas.

Meski demikian, perusahaan teknologi yang didirikan Mark Zuckerberg itu menegaskan bahwa layanan inti Facebook, Instagram, dan WhatsApp tetap dapat digunakan secara gratis. Skema berlangganan ini bersifat opsional dan ditujukan bagi pengguna yang membutuhkan pengalaman tambahan di luar fungsi dasar aplikasi.

Skema Langganan Tidak Seragam, Pengguna Bisa Pilih Paket

Meta menjelaskan bahwa mereka tidak akan merilis satu paket langganan yang seragam untuk seluruh platform. Setiap aplikasi akan memiliki opsi paket premium yang berbeda, dan pengguna dapat memilih bundle sesuai kebutuhan.

Hingga kini, Meta belum merinci secara resmi fitur premium apa saja yang akan tersedia. Namun, sejumlah bocoran mulai bermunculan, terutama untuk Instagram, yang disebut-sebut akan mendapat fitur tambahan paling signifikan.

Bocoran Fitur Instagram Berbayar, Story Bisa Ditonton Diam-Diam

Pengembang sekaligus pembocor aplikasi mobile, Alessandro Paluzzi, menemukan sejumlah indikasi fitur Instagram berbayar melalui pengujian internal. Berdasarkan temuan tersebut, langganan Instagram berpotensi mencakup sejumlah fitur berikut:

Kemampuan membuat audience list tanpa batas, akses melihat daftar pengikut yang tidak mengikuti balik, fitur super like berupa ikon love berwarna kuning pada Instagram Story, serta opsi untuk melihat Instagram Story tanpa tercatat sebagai penonton.

Fitur terakhir menjadi perhatian terbesar. Jika benar dirilis, pengguna Instagram berlangganan dapat menonton Story akun lain secara diam-diam tanpa meninggalkan jejak di daftar viewer. Meski begitu, Meta menegaskan bahwa fitur-fitur tersebut masih dalam tahap uji coba dan belum dikonfirmasi secara resmi akan diluncurkan ke publik.

WhatsApp dan Facebook Fokus ke Produktivitas dan Kontrol

Untuk WhatsApp, spekulasi yang beredar mengarah pada pengembangan fitur produktivitas, kontrol lanjutan, serta integrasi AI. Meta diperkirakan tidak akan mengubah sistem pesan inti yang selama ini menjadi kekuatan utama WhatsApp.

Sementara itu, Facebook disebut akan menyasar pengguna aktif, kreator, dan individu yang membutuhkan kontrol visibilitas konten yang lebih luas melalui fitur premium. Namun, detail terkait fitur Facebook berbayar juga belum diumumkan secara resmi.

Integrasi AI Jadi Bagian Penting Paket Premium Meta

Selain fitur sosial, Meta memastikan bahwa kemampuan AI akan menjadi bagian dari paket langganan baru. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah akuisisi startup AI bernama Manus AI pada akhir Desember 2025 dengan nilai sekitar 2 miliar dolar AS.

Manus AI dikenal sebagai agen kecerdasan buatan yang mampu menangani tugas kompleks dengan interaksi minimal, seperti menyusun presentasi, melakukan riset, hingga merencanakan perjalanan. Meta berencana mengintegrasikan teknologi Manus ke dalam ekosistem produknya, sekaligus tetap menyediakan layanan Manus secara terpisah untuk kebutuhan bisnis.

Selain Manus, Meta juga akan menguji skema berlangganan untuk layanan AI lainnya, seperti Vibes, platform pembuatan video pendek berbasis AI. Ke depan, Vibes akan menerapkan model freemium, di mana pengguna gratis memiliki batas penggunaan bulanan, sementara pengguna berbayar mendapatkan akses penuh.

Tidak Menggantikan Meta Verified

Meta menegaskan bahwa paket langganan baru ini tidak akan menggantikan Meta Verified. Layanan Meta Verified tetap berfokus pada verifikasi akun, perlindungan dari peniruan identitas, serta dukungan pelanggan prioritas.

Pengalaman dari Meta Verified disebut menjadi bahan evaluasi dalam merancang langganan baru yang lebih relevan bagi pengguna umum, bukan hanya kreator atau pelaku bisnis.

Meta menyatakan akan mengumpulkan masukan pengguna selama tahap uji coba sebelum peluncuran lebih luas, sebagaimana dihimpun dari laporan TechCrunch.(*)

Bagikan artikel ini
Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version