Yogyakarta.co – Kasus dugaan keracunan yang terjadi setelah konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat kembali menjadi perhatian publik. Program MBG yang menyasar pelajar dan kelompok rentan ini sejatinya bertujuan meningkatkan gizi harian masyarakat, namun insiden yang terjadi pada Selasa (28/10/2025) memunculkan kekhawatiran baru terkait pengawasan kualitas makanan yang diberikan.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat menyampaikan perkembangan terbaru, di mana sebanyak 230 orang yang diduga mengalami keracunan makanan tersebut telah mendapatkan penanganan. Mayoritas pasien mengalami gejala seperti mual, pusing, dan sakit perut setelah menyantap paket makanan yang terdiri dari nasi, rolade, sayur, serta buah.
Kepala Dinkes Jawa Barat, Vini Adiani Dewi, menegaskan pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah setempat. “Kita terus lakukan koordinasi dan monitoring dengan Dinkes setempat. Dan sampai saat ini semua sudah tertangani di sana,” ujarnya di Bandung, Rabu (29/10/2025).
Asal Kasus dan Lokasi Penanganan
Plt Kepala Dinkes Kabupaten Bandung Barat, Lia Nurliana Sukandar, menjelaskan bahwa korban berasal dari beberapa satuan pendidikan, yakni SDN 2 Cibodas, SDN Buahbatu, SMPN 4 Lembang, serta SMK Putra Nasional Cibodas.
Para pasien sempat dirawat di beberapa lokasi yang dijadikan posko penanganan darurat, seperti Puskesmas Cibodas, Klinik Sespim, Gedung Serba Guna Desa Cibodas, hingga RSUD Lembang. Meski sebagian sudah diperbolehkan pulang, beberapa di antaranya masih harus menjalani pemantauan kesehatan.
Sekretaris Desa Cibodas, Yuyu Wahyu, mengatakan bahwa hingga Kamis pagi masih terdapat setidaknya 10 pasien yang dirawat. “Tadi malam sekitar pukul 02.30 WIB hanya tersisa dua orang, tapi pagi ini bertambah lagi jadi 10 pasien,” ujarnya. Beberapa pasien yang sudah pulang dikabarkan kembali ke posko karena kondisi fisik kembali menurun.
Jumlah Korban dan Keadaan Terkini
Data Dinas Kesehatan KBB menyebutkan sebanyak 201 siswa, orang tua, guru, dan ibu hamil mengalami gejala keracunan hingga Rabu (29/10/2025) pukul 15.02 WIB. Hingga laporan terakhir, kondisi sebagian besar pasien telah membaik setelah mendapatkan perawatan medis.
Pemerintah daerah masih melakukan evaluasi, termasuk memeriksa suplai bahan makanan, dapur penyedia, hingga sistem distribusi makanan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang. Sejauh ini, penyelidikan terkait sumber kontaminasi masih berlangsung.
Konteks Program MBG dan Evaluasi Pengawasan
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program pemerintah yang diperuntukkan bagi pelajar dan kelompok rentan untuk mendorong pemenuhan nutrisi harian. Namun sejumlah pihak menekan pentingnya standar keamanan pangan yang lebih ketat, termasuk pengawasan dapur produksi dan distribusi.
Kasus keracunan massal yang terjadi beberapa kali dalam beberapa bulan terakhir memunculkan desakan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme penyediaan makanan MBG, terutama di daerah dengan jumlah penerima yang besar.(*)
