Tau.id, Jogja – Memasuki Februari 2026, pasar motor listrik di Indonesia kembali mengalami dinamika, terutama dari sisi harga dan penyegaran produk. Sejumlah pabrikan tercatat masih mempertahankan banderol yang sama seperti akhir 2025, namun beberapa merek mulai melakukan penyesuaian harga dan perubahan lini produk seiring perkembangan pasar kendaraan listrik nasional.
Kondisi ini menunjukkan bahwa industri motor listrik di Tanah Air masih berada dalam fase adaptasi. Di satu sisi, produsen berupaya menjaga daya saing harga agar tetap terjangkau, sementara di sisi lain, kebutuhan pengembangan produk dan strategi bisnis mendorong adanya penyesuaian pada model tertentu.
Berdasarkan penelusuran harga resmi pabrikan dan distributor, rentang harga motor listrik Februari 2026 kini semakin lebar. Pilihannya tidak hanya menyasar pengguna harian di segmen komuter, tetapi juga konsumen yang menginginkan motor listrik berfitur premium dengan performa lebih tinggi.
Indomobil Emotor Adora Alami Penyesuaian Harga
Salah satu perubahan harga yang cukup menonjol datang dari Indomobil Emotor melalui model Adora. Skuter listrik ini tercatat mengalami kenaikan harga menjadi Rp 25.150.000, setelah sebelumnya dipasarkan di angka Rp 24.750.000.
Penyesuaian tersebut mencerminkan bahwa dinamika harga masih berpotensi terjadi pada awal tahun, meskipun tidak berlangsung secara menyeluruh di seluruh merek motor listrik yang beredar di Indonesia.
Penyegaran Produk di Lini Motor Listrik Yadea
Perubahan juga terpantau pada jajaran motor listrik Yadea. Sebelumnya, pabrikan ini menawarkan sejumlah model seperti Velax, T9, E8S Pro, dan G6 dengan rentang harga mulai dari Rp 19 jutaan hingga Rp 27 jutaan.
Namun, memasuki Februari 2026, beberapa model tersebut sudah tidak lagi tercantum dalam daftar resmi. Posisi mereka digantikan oleh dua model baru, yakni Yadea RS20 dan Yadea GT20. Hingga kini, harga resmi untuk kedua model pengganti tersebut belum diumumkan oleh pihak pabrikan.
Electrum Fokus Skema B2B
Sementara itu, Electrum tercatat tidak lagi mencantumkan harga motor listrik untuk konsumen ritel. Pabrikan ini tampaknya lebih memfokuskan pemasaran melalui skema business-to-business (B2B), khususnya untuk kebutuhan armada dan mitra ojek online.
Langkah tersebut menandakan adanya diferensiasi strategi bisnis di pasar motor listrik, di mana tidak semua merek menyasar konsumen individu secara langsung.
Pasar Relatif Stabil, Skema Baterai Tetap Dipertahankan
Di luar beberapa perubahan tersebut, kondisi pasar motor listrik nasional relatif stabil. Banyak model dari merek lokal maupun global masih mempertahankan harga yang sama seperti Desember 2025.
Sejumlah produsen juga tetap mengandalkan strategi paket baterai terpisah serta sistem sewa baterai untuk menekan harga awal pembelian. Skema ini dinilai mampu menarik konsumen baru yang ingin beralih ke kendaraan listrik dengan biaya awal yang lebih terjangkau.
Rentang Harga Motor Listrik Kian Luas
Berdasarkan data harga resmi, motor listrik di Indonesia pada awal 2026 dipasarkan dengan rentang yang sangat beragam. Untuk segmen komuter, harga dimulai dari kisaran Rp 11 jutaan, sementara untuk kelas premium dapat menembus lebih dari Rp 150 jutaan.
Kondisi tersebut menegaskan bahwa motor listrik tidak lagi diposisikan semata sebagai kendaraan alternatif, melainkan telah menjadi bagian dari pilihan utama transportasi ramah lingkungan dengan berbagai segmen pasar.
Daftar Harga Motor Listrik Februari 2026
Berikut rangkuman harga motor listrik di Indonesia per Februari 2026 berdasarkan situs resmi pabrikan dan distributor:
Alva menawarkan lini One XP dengan harga Rp 38.500.000 untuk paket satu baterai dan Rp 39.500.000 untuk dua baterai. Model N3 tersedia dengan skema sewa baterai Rp 250.000 per bulan atau pembelian unit dan baterai dengan harga hingga Rp 35.500.000. Seri Cervo dibanderol mulai Rp 42.750.000 hingga Rp 49.500.000 tergantung varian.
Gesits memasarkan Raya E seharga Rp 24.990.000, G1 di kisaran Rp 28 jutaan, serta GV1 dengan pilihan jarak tempuh standar dan panjang hingga Rp 29.900.000.
Indomobil Emotor menjual Sprinto Rp 25.500.000, Tyranno Rp 25.900.000, serta Adora Rp 25.150.000.
Polytron menghadirkan Fox-200 seharga Rp 11.500.000, Fox 350 dengan skema sewa atau beli baterai hingga Rp 27.500.000, serta Fox 500 Rp 38.100.000.
Merek lain seperti Selis, United, Volta, Honda, TVS, Kawasaki, hingga Vespa juga menawarkan motor listrik dengan harga yang bervariasi, mulai dari belasan juta rupiah hingga hampir Rp 200 juta untuk kelas premium seperti Vespa Elettrica.
Harga tersebut merupakan OTR Jakarta, dapat berbeda di setiap daerah, dan berpotensi berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pabrikan.
Prospek Motor Listrik di Awal 2026
Dengan pilihan harga yang semakin luas dan strategi produk yang beragam, pasar motor listrik Indonesia pada awal 2026 menunjukkan arah perkembangan yang semakin matang. Konsumen kini memiliki lebih banyak opsi sesuai kebutuhan, mulai dari kendaraan harian hingga motor listrik berperforma tinggi.
Pemerintah dan pelaku industri diharapkan terus mendorong ekosistem kendaraan listrik agar adopsinya semakin merata di berbagai daerah.(*)
