PSIM Yogyakarta Siap Rekrut Bek Asing, Nama Jop van der Avert Mencuat

arazone

PSIM Yogyakarta akhirnya mengambil langkah strategis pada bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/2026 setelah sebelumnya memilih bersikap pasif. Keputusan ini diambil menyusul kondisi darurat yang dialami tim akibat badai cedera yang menimpa lini belakang, khususnya sektor bek tengah yang menjadi tulang punggung pertahanan Laskar Mataram.

Situasi krisis tersebut terlihat jelas pada pertandingan terakhir PSIM Yogyakarta saat menghadapi Persebaya Surabaya. Dalam laga yang berakhir dengan kekalahan telak 0-3 itu, PSIM bahkan harus menjalani babak kedua tanpa bek tengah murni karena keterbatasan pemain yang tersedia. Kondisi ini menjadi sorotan sekaligus alarm serius bagi manajemen dan tim pelatih menjelang paruh kedua kompetisi.

Sebelumnya, manajemen PSIM Yogyakarta sempat menyatakan tidak akan menambah pemain baru di tengah musim dengan alasan efisiensi anggaran. Namun, perkembangan situasi di lapangan membuat kebijakan tersebut harus dievaluasi ulang demi menjaga stabilitas performa tim di kompetisi kasta tertinggi sepak bola nasional.

Manajemen Lepas Pemain Demi Rekrut Bek Tengah Asing

Manajer PSIM Yogyakarta, Dyaradzi Aufa Taruna, menjelaskan bahwa keputusan mendatangkan pemain baru diambil setelah melalui pertimbangan matang bersama jajaran manajemen. Salah satu langkah yang ditempuh adalah melepas sejumlah pemain untuk membuka ruang dalam komposisi skuad sekaligus menyesuaikan kondisi finansial klub.

“Kami memutuskan ini sebagai salah satu jalan untuk efektivitas memperkuat skuad. Tim harus dikurangi untuk kemudian kami bisa merekrut satu pemain baru,” ujar Dyaradzi, Jumat (30/1/2026).

Dyaradzi yang akrab disapa Razzi menegaskan bahwa pemain anyar yang akan didatangkan merupakan legiun asing dengan posisi bek tengah. Meski belum mengumumkan identitas resmi pemain tersebut, ia memastikan rekrutan baru itu diharapkan mampu menjawab kebutuhan mendesak tim di sektor pertahanan.

“Pemain baru ini posisinya bek tengah dan dia seorang pemain asing,” tegasnya.

Langkah merekrut bek tengah asing dinilai menjadi solusi paling realistis mengingat minimnya opsi pemain lokal yang tersedia di tengah musim kompetisi. Selain itu, pengalaman internasional diharapkan dapat membantu PSIM Yogyakarta lebih stabil menghadapi persaingan ketat BRI Super League.

Nama Jop van der Avert Mencuat di Bursa Transfer

Di tengah proses pencarian bek tengah baru, satu nama yang ramai dikaitkan dengan PSIM Yogyakarta adalah Jop van der Avert. Bek asal Belanda tersebut disebut-sebut masuk radar manajemen Laskar Mataram pada bursa transfer paruh musim ini.

Jop van der Avert memiliki postur setinggi 1,86 meter dan terakhir memperkuat Cheongju FC di Liga Korea Selatan. Berdasarkan data nilai pasar, pemain berusia matang tersebut memiliki valuasi sekitar Rp3,91 miliar. Pengalamannya bermain di kompetisi Eropa dan Asia dinilai menjadi nilai tambah jika benar bergabung dengan PSIM Yogyakarta.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari manajemen klub terkait kesepakatan dengan Jop van der Avert atau pemain asing lain yang dikaitkan dengan PSIM. Manajemen menegaskan bahwa proses seleksi masih berjalan dan mempertimbangkan berbagai aspek teknis serta kesiapan fisik pemain.

Pelatih Akui Krisis Lini Belakang PSIM Yogyakarta

Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, tidak menampik adanya komunikasi intens dengan manajemen terkait rencana penambahan pemain bertahan. Ia mengakui bahwa keterbatasan stok pemain di lini belakang menjadi persoalan utama yang harus segera ditangani.

“Ya, saya tahu rumor itu karena manajemen sedang bekerja keras. Semua orang sudah melihat apa yang terjadi di pertandingan terakhir, kami kekurangan pemain, terutama di lini pertahanan,” ujar Van Gastel di Stadion Mandala Krida, Kamis (29/1/2026).

Pelatih asal Belanda tersebut menegaskan bahwa dirinya telah meminta manajemen untuk segera mencari solusi konkret agar PSIM Yogyakarta tidak kembali mengalami situasi serupa pada laga-laga berikutnya.

“Saya meminta manajemen untuk mencari solusi, mencari pemain bertahan. Mereka sedang bekerja keras untuk masalah ini. Saya sangat berterima kasih karena manajemen melihat masalah yang kami hadapi dan mencoba menyelesaikannya,” lanjutnya.

Van Gastel Tanggapi Rumor Jop van der Avert

Menanggapi rumor yang mengaitkan PSIM Yogyakarta dengan Jop van der Avert, Jean-Paul van Gastel mengaku tidak mengenal sang pemain secara pribadi. Meski demikian, ia menyebut pernah berhadapan dengan pemain tersebut saat masih aktif bermain di Belanda.

“Saya tidak mengenalnya secara pribadi. Saya pernah bermain melawannya saat dia membela Dordrecht di liga kedua Belanda. Intinya kami memang mencari pemain bertahan karena kekurangan stok di posisi itu,” jelas Van Gastel.

Van Gastel juga menegaskan bahwa proses perekrutan pemain dilakukan berdasarkan kebutuhan tim, bukan atas dasar rekomendasi personal. Ia menilai bursa transfer paruh musim selalu menjadi tantangan tersendiri, terutama terkait kesiapan fisik pemain yang baru menyelesaikan kompetisi sebelumnya.

“Kami mencari pemain untuk posisi tertentu, dan ini cukup sulit di jendela transfer ini. Banyak pemain yang mengakhiri musim pada akhir November, sehingga butuh waktu untuk membuat mereka kembali bugar. Ini menjadi tantangan bagi manajemen,” pungkasnya.

Keputusan PSIM Yogyakarta untuk merekrut bek tengah asing pada bursa transfer paruh musim menandai perubahan strategi klub dalam menghadapi kompetisi yang semakin ketat. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat lini belakang Laskar Mataram dan mencegah terulangnya krisis pertahanan seperti yang terjadi pada laga sebelumnya. Publik kini menanti pengumuman resmi terkait sosok pemain yang akan menjadi tambahan kekuatan PSIM Yogyakarta di paruh kedua musim BRI Super League 2025/2026.(*)

Bagikan artikel ini
Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version