Bantul Punya Destinasi Budaya Baru, Taman Budaya Segera Dibangun Usai Lebaran

arazone

Tau.id, Bantul – Rencana pembangunan Taman Budaya Bantul (TBB) di Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul, memasuki babak baru. Setelah lahan dibebaskan sejak 2021, proyek yang telah lama dinantikan masyarakat tersebut dipastikan akan segera memasuki tahap pembangunan fisik seusai Hari Raya Idulfitri 2026.

Kepastian pembangunan Taman Budaya Bantul ini menjadi perhatian warga karena dinilai akan memperkuat sektor kebudayaan sekaligus membuka peluang ekonomi baru di wilayah Pajangan. Informasi tersebut disampaikan pemerintah melalui sosialisasi resmi yang melibatkan sejumlah instansi terkait dan masyarakat setempat.

Isu mengenai pembangunan Taman Budaya Bantul, destinasi wisata budaya Bantul, serta pengembangan ruang seni di Yogyakarta menjadi salah satu topik yang banyak dicari masyarakat, seiring meningkatnya perhatian terhadap penguatan ekosistem seni dan UMKM di daerah.

Lahan Sudah Dibebaskan Sejak 2021

Panewu Pajangan, Anjar Arintaka Putra, menjelaskan bahwa proses pembebasan lahan untuk pembangunan Taman Budaya Bantul telah dilakukan sejak 2021. Namun, realisasi pembangunan fisik baru dapat dimulai pada 2026 setelah melalui sejumlah tahapan administrasi dan perencanaan.

“Warga sangat mengapresiasi dan merasa senang karena setelah menunggu hampir lima tahun, akhirnya ada kepastian pembangunan taman budaya ini,” ujar Anjar, Rabu (18/2/2026).

Menurutnya, kepastian tersebut telah disampaikan dalam kegiatan sosialisasi yang melibatkan Dinas Pekerjaan Umum Bantul, Dinas Kebudayaan Bantul, pemerintah kalurahan, serta masyarakat. Dalam pertemuan itu dijelaskan bahwa proses lelang proyek ditargetkan rampung setelah Lebaran 2026.

Setelah proses lelang selesai, tahapan berikutnya adalah pematangan lahan sebagai persiapan pembangunan fisik kawasan Taman Budaya Bantul.

Tahap Awal Fokus Kantor UPTD dan Ikon Kawasan

Pada tahap awal 2026, pembangunan difokuskan pada kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) dan ikon kawasan taman budaya. Fasilitas pendukung lainnya, termasuk pendopo, direncanakan menyusul pada tahap berikutnya.

“Untuk tahap awal ini pembangunannya masih terbatas pada kantor UPTD dan ikon kawasan. Pembangunan fasilitas lain seperti pendopo kemungkinan dilanjutkan pada tahap berikutnya,” jelas Anjar.

Pola pembangunan bertahap ini dilakukan untuk memastikan proyek berjalan sesuai perencanaan dan anggaran yang telah disusun pemerintah daerah.

Diharapkan Jadi Destinasi Wisata Budaya Baru

Keberadaan Taman Budaya Bantul di Pajangan diharapkan dapat menjadi destinasi wisata budaya baru di Kabupaten Bantul. Selain sebagai ruang pertunjukan dan kegiatan seni, kawasan ini juga dirancang sebagai pusat ekspresi bagi komunitas seni lokal.

Wilayah Pajangan selama ini dikenal memiliki potensi seni dan budaya yang beragam, mulai dari permainan tradisional anak, kesenian bernuansa religi, hingga tradisi Jawa yang masih aktif dipertahankan masyarakat.

“Pelaku seni di Pajangan cukup banyak dan aktif. Dengan adanya taman budaya, harapannya bisa menjadi ruang bagi semua komunitas seni untuk berkegiatan dan menampilkan karya mereka,” katanya.

Pengembangan ruang seni seperti Taman Budaya Bantul juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat identitas budaya lokal dan memperluas akses masyarakat terhadap kegiatan kesenian.

Dorong Pemberdayaan UMKM Lokal

Selain berfungsi sebagai pusat kegiatan seni, kawasan Taman Budaya Bantul dirancang untuk mendukung pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi. Aktivitas ekonomi berbasis budaya dinilai memiliki potensi besar untuk menggerakkan perekonomian lokal.

Pengelolaan kawasan nantinya akan melibatkan UPTD yang bertugas mengatur agenda kegiatan seni sekaligus mengakomodasi aktivitas ekonomi masyarakat. Skema ini diharapkan mampu menciptakan sinergi antara sektor kebudayaan dan pemberdayaan ekonomi warga.

Topik mengenai pengembangan UMKM Bantul, wisata budaya Yogyakarta, dan ruang seni Pajangan menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas di tingkat lokal.

Koordinasi untuk Minimalkan Dampak Pembangunan

Pemerintah kapanewon menyatakan akan terus berkoordinasi dengan masyarakat terkait dampak aktivitas pembangunan, termasuk mobilitas kendaraan proyek dan distribusi material.

“Koordinasi akan terus dilakukan, terutama jika nanti ada distribusi material proyek yang melewati permukiman warga. Harapannya pembangunan bisa berjalan lancar dan tetap memperhatikan kenyamanan masyarakat,” ungkapnya.

Langkah tersebut dinilai penting agar proses pembangunan Taman Budaya Bantul tidak menimbulkan gangguan berarti bagi warga sekitar.

Harapan Jadi Pusat Seni dan Penggerak Ekonomi

Dengan dimulainya pembangunan Taman Budaya Bantul seusai Lebaran 2026, pemerintah berharap kawasan tersebut dapat berkembang menjadi pusat kegiatan seni di Bantul sekaligus destinasi wisata budaya yang mampu menarik kunjungan masyarakat dari berbagai daerah.

Selain memperluas ruang ekspresi bagi pelaku seni, proyek ini diharapkan menjadi penggerak ekonomi lokal berbasis UMKM di Pajangan dan sekitarnya.

Informasi mengenai pembangunan ini merujuk pada keterangan resmi pemerintah setempat dalam kegiatan sosialisasi lintas instansi.(*)

Bagikan artikel ini
Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version